Assalamualaikum Wr. Wb
Kali ini saya akan berbagi pengetahuan yang saya dapat
saat mengikuti acara Pendalaman Terapi Shalat Bahagia (PTSB) bersama Prof. DR.
Moh. Ali Aziz, M.Ag diikuti oleh sebagian mahasiswa Fakultas Dakwah dan
Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya yang dilaksanakan pada tanggal 23 November
2019 di Kantor Kun Yaquta Foundation. Terapi ini merupakan pendalaman dari buku
“60 Menit Terapi Shalat Bahagia”.
Shalat adalah
suatu kegiatan ibadah tertentu dilakukan dengan niat dan dimulai dengan
takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Tujuan utama shalat adalah kokohnya
T2Q (tawakal, tuma’ninah dan qona’ah). Tawakal yaitu menyerahkan segala
urusanya kepada Allah setelah ia berusaha. Sebagaimana firman Allah:
“Apabila engkau telah melakukan usaha, maka bertawakallah (serahkan
urusannya) kepada Allah”.
Syaikh Salim bin Samir Al-Hadrami menyebutkan pengertian thuma’ninah
dalam kitabnya Safinatun najah:
“Tuma’ninah adalah diam sesudah gerakan sebelumnya, sekira-kira
semua anggota badan tetap (tidak bergerak) dengan kadar waktu lamanya membaca
bacaan tasbih (subhanallah).”
Qona’ah yaitu rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang
dimilikinya. Sejatinya sholat itu sangat
canggih seperti handphone, Mengapa dikatakan begitu? Karena shalat dapat
menyelesaikan semua masalah yang kita hadapi, kita menyampaikan segala
persoalan atau keluhan. Jika kita sudah shalat tetapi masalah belum
terselesaikan, kita lihat kembali apakah sholat kita sudah baik (khusyuk) atau
belum. Mengeluh adalah bentuk ekspresi tidak menyukai takdir Allah SWT. Tidak
seharusnya kita terus-terusan mengeluh, tidakkah kita lihat kenikmatan yang Allah
berikan selama kita hidup.
Prof. Ali Aziz
mengatakan syarat doa yaitu stop protes atau mengeluh seumpama ketika kita
berdoa sekarang tapi terkabulnya beberapa tahun kemudian, Allah paling tahu
kapan baiknya diberikan. Masalah dan beban berat realitasnya memang berat
bagaimana mindset kita saja berlatih untuk berfikir positif.
Rencana Allah lebih baik/indah, ketika apa yang kita inginkan atau
rencanakan tidak terjadi, hendaknya mengingat kaidah quraniyah:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan
boleh jadi (pula)kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah
mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”[al-Baqarah: 216].
Hendaknya juga mengingat diantara kelembutan Allah pada hamba-Nya
adalah: “Dia menakdirkan berbagai macam musibah, cobaan hidup, serta ujian
berupa perintah dan larangan yang berat dijalankan oleh hamba-Nya, sebagai
bentuk kasih sayang dan kelembutan pada mereka, serta untuk menuntun mereka
pada kesempurnaan diri dan agar limpahan nikmat tercurah secara sempurna kepada
mereka.”[Tafsir Asma al-Husna hlm. 74]. Sumber: https://ayobelajartauhid.wordpress.com/2017/12/21/ketetapan-allah-adalah-yang-terbaik/
Allah SWT berfirman: “Barangsiapa tidak senang
dengan keputusan dan takdir-Ku, maka hendaknya ia segera mencari Tuhan selain
Aku” (HQR. At Thabrany) p.176.
“Barangsiapa tidak beriman pada
takdirku, enak atau tidak enak, maka Aku tidak akan mengurusinya lagi” (HQR.
Abu Ya’la) p.177.
Saat kita
mengikuti acara ini kita diberikan buku panduan Pendalaman Terapi Shalat
Bahagia. Pendalaman Terapi Shalat Bahagia ini memberika bimbingan dan praktek
sholat agar kita memahami dan mengingatnya lebih kuat dan bisa memantapkan
keyakinan akan kebesaran Allah, percaya diri, dan optimis akan penyelesaian
semua masalah menuju hidup bahagia. Setelah mengikuti Pendalaman Terapi Shalat
Bahagia ini akan merubah mindset untuk ikhlas dan ridlo atas keputusan Allah,
lebih percaya diri, optimis, tenang di tengah keluarga, dan kesembuhan dari
beberapa penyakit. Bukan founder dan bukunya yang hebat, tapi semata-mata
penghayatan shalatnya yang luar biasa.
Beberapa hari
sebelum acara saya mengisi beberapa syarat untuk mengikuti Pendalaman Terapi
Shalat Bahagia (PTSB), yaitu:
1.
Menulis
10 orang yang paling berjasa dalam hidup kita.
2.
Menulis
5 orang yang menjengkelkan atau menyakiti kita.
3.
Menulis
10 dosa yang pernah dilakukan.
4.
Menulis
30 nikmat terbesar yang kita rasakan sejak kecil hingga sekarang.
5.
Menulis
10 masalah yang paling mengganggu atau menyedihkan dalam perjalanan hidup.
Daftar Anugrah dan Daftar Masalah
bersifat rahasia hanya kita dan Allah yang tahu. Daftar Anugrah yaitu apa saja
nikmat Allah yang sudah kita terima, agar pernyataan syukur kita terfokus
selama shalat. Dengan bantuan daftar masalah dan harapan yang telah disiapkan,
kita bisa rukuk dan sujud lebih lama dengan penuh penghayatan. Kalimat kunci
Terapi Shalat Bahagia untuk semua gerakan shalat, yaitu SUBHAN TURUT HADIR
di MASJID untuk AKSI SOSIAL. Berikut adalah penjelasannya:
|
NO
|
POSISI
|
KATA KUNCI
|
RENUNGAN/DOA
(Dalam Hati, Tidak Boleh Diucapkan)
|
|
1
|
Berdiri
|
SUBHAN
(Syukur, Bimbingan, Ketahanan
Iman)
|
1.
Syukur: “Wahai
Allah, aku bersyukur atas semua nikmat-Mu”.
2.
Bimbingan: “Bimbinglah
aku dan keluargaku agar tetap di jalan yang benar”.
3.
Ketahanan iman:
“Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari
kesesatan dan murka-Mu”.
Tambahan
(jika ingin lebih detail):
1.
Aku
berterima kasih atas semua nikmat-Mu, yaitu (1)....(2)....dst. Ampunilah aku,
karena sering mengeluh dan kurang berterima kasih kepada-Mu.
2.
Wahai
Allah, setiap saat, aku, istri/suami dan anak-anakku menghadapi godaan dosa,
terutama godaan harta dan nafsu terhadap pria atau wanita yang Engkau
haramkan. Berilah kami ketahanan iman agar ketampanan, kecantikan, kekayaan,
dan fasilitas kekuasaan tidak menjerumuskan kami ke dalam dosa.
|
|
2
|
Rukuk
|
TURUT
(Tunduk; Menurut)
|
1.
Tunduk: “Wahai
Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku bertasbih dan
menyerahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua perintah-Mu.
Ampunilah dosa-dosaku”.
2.
Menurut: “Aku
menurut semua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku”.
Tambahan
(jika ingin lebih detail):
1.
Wahai
Allah, aku mempunyai masalah, yaitu...
2.
Wahai
Allah, aku ikhlas, ridlo, tidak mengeluh atas masalah tersebut. Jika pernah
mengeluh, itu karena kebodohanku. Ampunilah aku.
3.
Wahai
Allah, aku yakin (3x) Engkau pasti (3x) Maha Kuasa Menolong aku. Engkau pasti
(3x) menyayangi aku, dan tidak mungkin membiarkan aku sendirian menghadapi
masalah dan harapanku itu.
4.
Wahai
Allah, aku pasrah (3x); aku pasrahkan masalah tersebut kepada-Mu. Terserah
Engkau, sebab Engkau pasti (3x) memberi yang terbaik untukku. Aku ikhlas
apapun keputusan-Mu.
|
|
3
|
I’tidal
|
HADIR
(Hak Pujian; Takdir)
|
1.
Hak pujian: “Hanya
engkau berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian
manusia”.
2.
Takdir Allah: “Semua hal
terjadi atas takdir-Mu. Aku ridla dan ikhlas menerimanya”.
Tambahan (jika ingin lebih detail):
1.
Wahai
Allah, hapuskan di hatiku dari mengharapkan penghormatan, pujian dan terima
kasih orang. Sebaliknya, jadikan aku selalu menghormati, menghargai dan
berterima kasih kepada orang. Kuatkan kesabaranku menghadapi cacian dan
kezaliman orang.
2.
Aku
ikhlas, ridlo, tidak mengeluh atas semua takdir-Mu. Rencana-Mu pasti (3x)
lebih baik dari rencana hidupku. Takdir-Mu pasti (3x) yang terbaik untukku.
|
|
4
|
Sujud
|
MASJID
(Maaf, Sinar, Jiwa dan raga)
|
1.
Maaf: “Maafkan
dosa-dosaku, bapak-ibu dan keluargaku”.
2.
Sinar: “Sinarilah
hati, lidah, mata, dan telingaku agar selalu berbuat yang Engkau ridlai”.
3.
Jiwa dan raga: “Jiwa dan
ragaku dalam kekuasaan-Mu. Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin
dan semua persoalan kepada-Mu”.
Tambahan (jika ingin lebih detail):
1.
Wahai
Allah, ampunilah aku, kedua orang tuaku, istri/suami, dan anak-anakku,
lebih-lebih mereka yang telah meninggal dunia. Jauhkan mereka dari siksa
kubur dan neraka. Jadikan kuburan sebagai taman surga yang menyenangkan
mereka. Jika dalam pandangan-Mu ada kebaikan itu bagian dari pahala yang
teralirkan untuk ibu-bapakku, guru-guruku, keluargaku, dan semua orang yang
berjasa mengantarkan aku sampai aku menjadi “orang” seperti saat ini.
2.
Berikan
cahaya-Mu untukku, istri/suami dan anak-anakku, agar hatiku bersih dari iri
dan dengki, jadikan semua perkataan kami benar dan menyemangati semua orang;
serta telinga kami peka terhadap Al qur’an dan panggilan azan.
3.
Wahai
Allah, aku mempunyai masalah, yaitu...
4.
Wahai
Allah, aku ikhlas, ridlo, tidak mengeluh atas masalah tersebut. Jika pernah
mengeluh, itu karena kebodohanku. Ampunilah aku.
5.
Wahai
Allah, aku yakin (3x) Engkau pasti (3x) Maha Kuasa Menolong aku. Engkau pasti
(3x) menyayangi aku, dan tidak mungkin membiarkan aku sendirian menghadapi
masalah dan harapanku itu.
6.
Wahai
Allah, aku pasrah (3x); aku pasrahkan masalah tersebut kepada-Mu. Terserah
Engkau, sebab Engkau pasti (3x) memberi yang terbaik untukku. Aku ikhlas
apapun keputusan-Mu.
|
|
5
|
Duduk Antara
Dua Sujud
|
AKSI
(Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman)
|
Wahai
Allah, berilah aku: “Ampunan, kasih, sejahtera, dan iman”.
Tambahan (jika ingin lebih detail):
1.
Wahai
Allah, ampunilah dosa-dosaku.
2.
Kasihilah
aku. Cintailah aku. Jadikan hidupku penuh kasih bersama keluarga dan semua
manusia. Kasihanilah aku yang telah berusaha keras untuk membahagiankan
keluargaku. Kepada siapa lagi aku memohon belas kasih jika bukan kepada-Mu.
3.
Berilah
aku rizki yang melimpah untuk keluarga, syiar agama, dan menolong fakir
miskin. Jadikan aku lebih senang memberi daripada diberi. Berilah aku
kesehatan dan kesembuhan dari semua penyakit.
4.
Kuatkan
imanku, agar aku semakin dekat dengan-Mu, sabar dan tegar menghadapi apapun
cobaan dari-Mu.
|
|
6
|
Tasyahud
|
SOSIAL
(Solawat, Persaksian, Tawakal)
|
1.
Sholawat: “Sholawat
dan salam untuk Nabi SAW. Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya”.
2.
Persaksian: “Aku
bersaksi, tiada Tuhan selain Engkau dan Muhammad adalah utusan-Mu. Jadikan
syahadat pegangan dan penutup hidupku”.
3.
Tawakal: “Aku
serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu”.
Tambahan (jika ingin lebih detail):
1.
Jadikan
aku, istri/suami dan anak-anakku berakhlak seperti nabi-Mu. Mudahkan aku dan
keluarga beribadah di Mekah dan Madinah, serta berdoa didekat makam nabi-Mu.
Aku berharap di hari kiamat kelak, mendapat syafa’at Nabi-Mu. Di surga,
Engkau pertemukan kami sekeluarga dengan nabi-Mu.
2.
Jadikan
syahadat penambah percaya diriku, penghilang kecemasanku, penyemangat
kerjaku, dan penguat optimisku. Jadikan la ilaha illallah kata
terakhirku ketika malaikat izrail mencabut nyawaku.
3.
Lanjutkan
doa seperti pada posisi rukuk pada poin nomor 1-4.
4.
Wahai
Allah, sekarang aku lebih bahagia. Aku akan menoleh ke kanan dan kiri.
Berikan kemudahan hidup, kesuksesan dan kebahagiaan semua orang di sebelah
kanan dan kiriku, assalamua’alaikum warahmatullah.
|
Pedoman penyusunan doa, yaitu:
ceritakan masalah secar rinci dan fokus, katakanlah kita ikhlas, ridlo dan
tidak mengeluh atas masalah, katakan kita yakin (3x) Allah pasti (3x) Maha
Kuasa menolong, dan katakan kita pasrah (3x) kepada Allah atas apapun
keputusan-Nya. Terapi Shalat Bahagia ini dilakukan bukan untuk berjamaah tapi
untuk shalat sendirian. Urutannya adalah Doa shalat → Renungan dalam hati →
Gerakan berikutnya. Perbanyak doa dalam shalat daripada setelahnya (sujud kedua
setiap rakaat/terakhir).
Setelah mengikuti acara ini saya
merasa lebih tenang karena dalam shalat kita menceritakan keluh kesah kita
kepada Allah, sangat jelas perbedaannya dengan shalat biasanya dan saat shalat
dengan metode ini saya merasa lebih khusyuk.
Sekian dari saya hanya ini saja yang
bisa saya sampaikan kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.
Saya mohon maaf apabila ada kesalahan dan Terima kasih untuk pembaca sekalian
sudah menyempatkan waktu untuk membaca dan mengunjungi blog saya J.
Wassalamualaikum
Wr. Wb.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar