Sabtu, 30 November 2019

PENDALAMAN TERAPI SHALAT BAHAGIA




Assalamualaikum  Wr. Wb
            Kali ini saya akan berbagi pengetahuan yang saya dapat saat mengikuti acara Pendalaman Terapi Shalat Bahagia (PTSB) bersama Prof. DR. Moh. Ali Aziz, M.Ag diikuti oleh sebagian mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya yang dilaksanakan pada tanggal 23 November 2019 di Kantor Kun Yaquta Foundation. Terapi ini merupakan pendalaman dari buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”.
            Shalat adalah suatu kegiatan ibadah tertentu dilakukan dengan niat dan dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Tujuan utama shalat adalah kokohnya T2Q (tawakal, tuma’ninah dan qona’ah). Tawakal yaitu menyerahkan segala urusanya kepada Allah setelah ia berusaha. Sebagaimana firman Allah:
“Apabila engkau telah melakukan usaha, maka bertawakallah (serahkan urusannya) kepada Allah”.
Syaikh Salim bin Samir Al-Hadrami menyebutkan pengertian thuma’ninah dalam kitabnya Safinatun najah:
“Tuma’ninah adalah diam sesudah gerakan sebelumnya, sekira-kira semua anggota badan tetap (tidak bergerak) dengan kadar waktu lamanya membaca bacaan tasbih (subhanallah).”

Qona’ah yaitu rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimilikinya.  Sejatinya sholat itu sangat canggih seperti handphone, Mengapa dikatakan begitu? Karena shalat dapat menyelesaikan semua masalah yang kita hadapi, kita menyampaikan segala persoalan atau keluhan. Jika kita sudah shalat tetapi masalah belum terselesaikan, kita lihat kembali apakah sholat kita sudah baik (khusyuk) atau belum. Mengeluh adalah bentuk ekspresi tidak menyukai takdir Allah SWT. Tidak seharusnya kita terus-terusan mengeluh, tidakkah kita lihat kenikmatan yang Allah berikan selama kita hidup.
            Prof. Ali Aziz mengatakan syarat doa yaitu stop protes atau mengeluh seumpama ketika kita berdoa sekarang tapi terkabulnya beberapa tahun kemudian, Allah paling tahu kapan baiknya diberikan. Masalah dan beban berat realitasnya memang berat bagaimana mindset kita saja berlatih untuk berfikir positif.
Rencana Allah lebih baik/indah, ketika apa yang kita inginkan atau rencanakan tidak terjadi, hendaknya mengingat kaidah quraniyah:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula)kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”[al-Baqarah: 216].

Hendaknya juga mengingat diantara kelembutan Allah pada hamba-Nya adalah: “Dia menakdirkan berbagai macam musibah, cobaan hidup, serta ujian berupa perintah dan larangan yang berat dijalankan oleh hamba-Nya, sebagai bentuk kasih sayang dan kelembutan pada mereka, serta untuk menuntun mereka pada kesempurnaan diri dan agar limpahan nikmat tercurah secara sempurna kepada mereka.”[Tafsir Asma al-Husna hlm. 74]. Sumber:  https://ayobelajartauhid.wordpress.com/2017/12/21/ketetapan-allah-adalah-yang-terbaik/
Allah SWT berfirman: “Barangsiapa tidak senang dengan keputusan dan takdir-Ku, maka hendaknya ia segera mencari Tuhan selain Aku” (HQR. At Thabrany) p.176.
“Barangsiapa tidak beriman pada takdirku, enak atau tidak enak, maka Aku tidak akan mengurusinya lagi” (HQR. Abu Ya’la) p.177.

            Saat kita mengikuti acara ini kita diberikan buku panduan Pendalaman Terapi Shalat Bahagia. Pendalaman Terapi Shalat Bahagia ini memberika bimbingan dan praktek sholat agar kita memahami dan mengingatnya lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah, percaya diri, dan optimis akan penyelesaian semua masalah menuju hidup bahagia. Setelah mengikuti Pendalaman Terapi Shalat Bahagia ini akan merubah mindset untuk ikhlas dan ridlo atas keputusan Allah, lebih percaya diri, optimis, tenang di tengah keluarga, dan kesembuhan dari beberapa penyakit. Bukan founder dan bukunya yang hebat, tapi semata-mata penghayatan shalatnya yang luar biasa.
            Beberapa hari sebelum acara saya mengisi beberapa syarat untuk mengikuti Pendalaman Terapi Shalat Bahagia (PTSB), yaitu:
1.    Menulis 10 orang yang paling berjasa dalam hidup kita.
2.    Menulis 5 orang yang menjengkelkan atau menyakiti kita.
3.    Menulis 10 dosa yang pernah dilakukan.
4.    Menulis 30 nikmat terbesar yang kita rasakan sejak kecil hingga sekarang.
5.    Menulis 10 masalah yang paling mengganggu atau menyedihkan dalam perjalanan hidup.
            Daftar Anugrah dan Daftar Masalah bersifat rahasia hanya kita dan Allah yang tahu. Daftar Anugrah yaitu apa saja nikmat Allah yang sudah kita terima, agar pernyataan syukur kita terfokus selama shalat. Dengan bantuan daftar masalah dan harapan yang telah disiapkan, kita bisa rukuk dan sujud lebih lama dengan penuh penghayatan. Kalimat kunci Terapi Shalat Bahagia untuk semua gerakan shalat, yaitu SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL. Berikut adalah penjelasannya:

NO
POSISI
KATA KUNCI
RENUNGAN/DOA
(Dalam Hati, Tidak Boleh Diucapkan)
1
Berdiri
SUBHAN
(Syukur, Bimbingan, Ketahanan Iman)
1.         Syukur: “Wahai Allah, aku bersyukur atas semua nikmat-Mu”.
2.         Bimbingan: “Bimbinglah aku dan keluargaku agar tetap di jalan yang benar”.
3.         Ketahanan iman: “Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka-Mu”.
Tambahan (jika ingin lebih detail):
1.         Aku berterima kasih atas semua nikmat-Mu, yaitu (1)....(2)....dst. Ampunilah aku, karena sering mengeluh dan kurang berterima kasih kepada-Mu.
2.         Wahai Allah, setiap saat, aku, istri/suami dan anak-anakku menghadapi godaan dosa, terutama godaan harta dan nafsu terhadap pria atau wanita yang Engkau haramkan. Berilah kami ketahanan iman agar ketampanan, kecantikan, kekayaan, dan fasilitas kekuasaan tidak menjerumuskan kami ke dalam dosa.
2
Rukuk
TURUT
(Tunduk; Menurut)
1.         Tunduk: “Wahai Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku bertasbih dan menyerahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku”.
2.         Menurut: “Aku menurut semua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku”.
Tambahan (jika ingin lebih detail):
1.         Wahai Allah, aku mempunyai masalah, yaitu...
2.         Wahai Allah, aku ikhlas, ridlo, tidak mengeluh atas masalah tersebut. Jika pernah mengeluh, itu karena kebodohanku. Ampunilah aku.
3.         Wahai Allah, aku yakin (3x) Engkau pasti (3x) Maha Kuasa Menolong aku. Engkau pasti (3x) menyayangi aku, dan tidak mungkin membiarkan aku sendirian menghadapi masalah dan harapanku itu.
4.         Wahai Allah, aku pasrah (3x); aku pasrahkan masalah tersebut kepada-Mu. Terserah Engkau, sebab Engkau pasti (3x) memberi yang terbaik untukku. Aku ikhlas apapun keputusan-Mu.
3
I’tidal
HADIR
(Hak Pujian; Takdir)
1.         Hak pujian: “Hanya engkau berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian manusia”.
2.         Takdir Allah: “Semua hal terjadi atas takdir-Mu. Aku ridla dan ikhlas menerimanya”.
Tambahan (jika ingin lebih detail):
1.         Wahai Allah, hapuskan di hatiku dari mengharapkan penghormatan, pujian dan terima kasih orang. Sebaliknya, jadikan aku selalu menghormati, menghargai dan berterima kasih kepada orang. Kuatkan kesabaranku menghadapi cacian dan kezaliman orang.
2.         Aku ikhlas, ridlo, tidak mengeluh atas semua takdir-Mu. Rencana-Mu pasti (3x) lebih baik dari rencana hidupku. Takdir-Mu pasti (3x) yang terbaik untukku.
4
Sujud
MASJID
(Maaf, Sinar, Jiwa dan raga)
1.      Maaf: “Maafkan dosa-dosaku, bapak-ibu dan keluargaku”.
2.      Sinar: “Sinarilah hati, lidah, mata, dan telingaku agar selalu berbuat yang Engkau ridlai”.
3.      Jiwa dan raga: “Jiwa dan ragaku dalam kekuasaan-Mu. Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu”.
Tambahan (jika ingin lebih detail):
1.         Wahai Allah, ampunilah aku, kedua orang tuaku, istri/suami, dan anak-anakku, lebih-lebih mereka yang telah meninggal dunia. Jauhkan mereka dari siksa kubur dan neraka. Jadikan kuburan sebagai taman surga yang menyenangkan mereka. Jika dalam pandangan-Mu ada kebaikan itu bagian dari pahala yang teralirkan untuk ibu-bapakku, guru-guruku, keluargaku, dan semua orang yang berjasa mengantarkan aku sampai aku menjadi “orang” seperti saat ini.
2.         Berikan cahaya-Mu untukku, istri/suami dan anak-anakku, agar hatiku bersih dari iri dan dengki, jadikan semua perkataan kami benar dan menyemangati semua orang; serta telinga kami peka terhadap Al qur’an dan panggilan azan.
3.         Wahai Allah, aku mempunyai masalah, yaitu...
4.         Wahai Allah, aku ikhlas, ridlo, tidak mengeluh atas masalah tersebut. Jika pernah mengeluh, itu karena kebodohanku. Ampunilah aku.
5.         Wahai Allah, aku yakin (3x) Engkau pasti (3x) Maha Kuasa Menolong aku. Engkau pasti (3x) menyayangi aku, dan tidak mungkin membiarkan aku sendirian menghadapi masalah dan harapanku itu.
6.         Wahai Allah, aku pasrah (3x); aku pasrahkan masalah tersebut kepada-Mu. Terserah Engkau, sebab Engkau pasti (3x) memberi yang terbaik untukku. Aku ikhlas apapun keputusan-Mu.
5
Duduk Antara Dua Sujud
AKSI
(Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman)
Wahai Allah, berilah aku: “Ampunan, kasih, sejahtera, dan iman”.
Tambahan (jika ingin lebih detail):
1.         Wahai Allah, ampunilah dosa-dosaku.
2.         Kasihilah aku. Cintailah aku. Jadikan hidupku penuh kasih bersama keluarga dan semua manusia. Kasihanilah aku yang telah berusaha keras untuk membahagiankan keluargaku. Kepada siapa lagi aku memohon belas kasih jika bukan kepada-Mu.
3.         Berilah aku rizki yang melimpah untuk keluarga, syiar agama, dan menolong fakir miskin. Jadikan aku lebih senang memberi daripada diberi. Berilah aku kesehatan dan kesembuhan dari semua penyakit.
4.         Kuatkan imanku, agar aku semakin dekat dengan-Mu, sabar dan tegar menghadapi apapun cobaan dari-Mu.
6
Tasyahud
SOSIAL
(Solawat, Persaksian, Tawakal)
1.         Sholawat: “Sholawat dan salam untuk Nabi SAW. Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya”.
2.         Persaksian: “Aku bersaksi, tiada Tuhan selain Engkau dan Muhammad adalah utusan-Mu. Jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku”.
3.         Tawakal: “Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu”.
Tambahan (jika ingin lebih detail):
1.         Jadikan aku, istri/suami dan anak-anakku berakhlak seperti nabi-Mu. Mudahkan aku dan keluarga beribadah di Mekah dan Madinah, serta berdoa didekat makam nabi-Mu. Aku berharap di hari kiamat kelak, mendapat syafa’at Nabi-Mu. Di surga, Engkau pertemukan kami sekeluarga dengan nabi-Mu.
2.         Jadikan syahadat penambah percaya diriku, penghilang kecemasanku, penyemangat kerjaku, dan penguat optimisku. Jadikan la ilaha illallah kata terakhirku ketika malaikat izrail mencabut nyawaku.
3.         Lanjutkan doa seperti pada posisi rukuk pada poin nomor 1-4.
4.         Wahai Allah, sekarang aku lebih bahagia. Aku akan menoleh ke kanan dan kiri. Berikan kemudahan hidup, kesuksesan dan kebahagiaan semua orang di sebelah kanan dan kiriku, assalamua’alaikum warahmatullah.

            Pedoman penyusunan doa, yaitu: ceritakan masalah secar rinci dan fokus, katakanlah kita ikhlas, ridlo dan tidak mengeluh atas masalah, katakan kita yakin (3x) Allah pasti (3x) Maha Kuasa menolong, dan katakan kita pasrah (3x) kepada Allah atas apapun keputusan-Nya. Terapi Shalat Bahagia ini dilakukan bukan untuk berjamaah tapi untuk shalat sendirian. Urutannya adalah Doa shalat → Renungan dalam hati → Gerakan berikutnya. Perbanyak doa dalam shalat daripada setelahnya (sujud kedua setiap rakaat/terakhir).
            Setelah mengikuti acara ini saya merasa lebih tenang karena dalam shalat kita menceritakan keluh kesah kita kepada Allah, sangat jelas perbedaannya dengan shalat biasanya dan saat shalat dengan metode ini saya merasa lebih khusyuk.
            Sekian dari saya hanya ini saja yang bisa saya sampaikan kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Saya mohon maaf apabila ada kesalahan dan Terima kasih untuk pembaca sekalian sudah menyempatkan waktu untuk membaca dan mengunjungi blog saya J.
Wassalamualaikum Wr. Wb.